Ringkasan Berita:
- Rumah duka H Machmud Turuis di Lorong Masjid Al Gufron, Malendeng, Tikala, Manado, diselimuti suasana duka pada Minggu (18/10/2026).
- H Machmud Turuis meninggal dunia karena sakit saat masih menjalankan tugas di Jakarta pada Sabtu (17/10/2026).
- Pelayat dari berbagai kalangan datang memberikan penghormatan terakhir, mulai dari pejabat daerah, tokoh Islam, Syarikat Islam, pegawai Bank SulutGo, MUI Sulut, hingga para tetangga.
TRIBUNMANADO.COM, MANADO – Suasana duka menyelimuti rumah Bendahara Umum Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Utara (MUI Sulut), H Machmud Turuis, di Lorong Masjid Al Gufron, Malendeng, Kecamatan Tikala, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (18/10/2026).
Lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua Syarikat Islam Sulut itu meninggal karena sakit saat masih menjalankan tugas di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Di tengah keluarga dan kerabat yang berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir, duka mendalam juga terasa dalam ungkapan doa dan kenangan dari para pelayat yang datang.
Rumah duka dipenuhi oleh pelayat dari berbagai kalangan mulai dari pejabat daerah, tokoh Islam, organisasi Syarikat Islam, pegawai Bank SulutGo, MUI Sulut, hingga para tetangga.
Ketua Bidang Pendidikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Syarikat Islam sekaligus Dosen Pascasarjana Magister Ilmu Hukum Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta, Prof. M. Taufik Makarao, S.H., M.H, sempat memberi sambutan sebelum jenazah dimakamkan.
Taufik mengenang Machmud sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam perkembangan Syarikat Islam (SI) di Sulawesi Utara.
Ia mengaku memiliki kesan mendalam terhadap almarhum, yang dikenalnya sejak 2016 dalam sebuah pertemuan pengurus SI.
“Seorang tokoh yang menurut saya sangat berperan di Sulawesi Utara. Kami dari SI pusat memiliki kesan yang sangat baik kepada almarhum,” ujar Taufik.
Sejak pertemuan tersebut, Taufik mengaku terus menjalin kerja sama dengan Machmud dalam upaya mengembangkan organisasi.
Baginya, almarhum merupakan salah satu tokoh yang turut mendorong aktifnya kegiatan Syarikat Islam di daerah.
“Oleh karena itu, kami selalu melihat bahwa salah satu wilayah yang paling banyak kegiatannya adalah Sulut,” katanya.
Kenangan tentang kiprah almarhum menjadi bagian dari cerita yang dibawa para pelayat ke rumah duka.
Di tengah kehilangan, keluarga juga menyampaikan permohonan doa bagi Machmud dan orang-orang yang ditinggalkannya.
Perwakilan keluarga Turuis-Tanod menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelayat yang telah hadir.
Keluarga juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan karena kepergian almarhum terjadi secara tiba-tiba.
“Keluarga Turuis-Tanod memohon doa untuk almarhum saudara kami,” ujar perwakilan keluarga.(*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.












